Kau Nyata Hanya Setelah Senja
Aku selalu menunggumu menyapa, diakhir waktu setelah senja.
Tidak ada maksud apa-apa, tapi karenanya kau terasa lebih nyata.
Kau bukan kata yang tertera, bukan juga nada yang bersuara,
tapi kau buat ilusi aku hidup dalam opera.
Semua indah, tak ada cacat bahkan sehelai bulu mata.
Tentu saja, hanya setelah pagi menyapa,
semua kembali adanya kau tak ada di mana-mana.
Aku harus hidup sebagaimana mestinya.
Tolong bawa aku pulang.
Komentar
Posting Komentar