Aku dan Kamu adalah Penikmat
Aku telah jatuh. Terjatuh jauh kepadamu. Bergerak sendiri, mengejar-ngejarmu dari belakang. Aku hanya bisa begini, sebab tak cukup keberanianku untuk tampak pada dia yang merangkulmu. Sejak dulu aku memang begitu, tak pandai menyembunyikan rasa cemburu.
Berselang waktu, kau beri kesempatan aku untuk mensejajarimu. Terkadang buatku mengambang di udara, bukan terbang sebab sayapmu telah kau berikan untuk menggenapi pemilikmu. Tak mengapa, mengambang sejajar kamu sudah mampu buatku mengarang banyak cerita. Menarik-narik kesimpulan agar terkesan bukan hanya aku yang menyimpan semua rasa dan kesan.
Aku sebegitu menggilaimu, dan sebegitu pula sadar bahwa semua akan tetap demikian, aku menikmati semua yang menggenapimu sedangkan kamu menikmati rangkulan perempuan di sebelahmu. Kita sama-sama penikmat.
Berselang waktu, kau beri kesempatan aku untuk mensejajarimu. Terkadang buatku mengambang di udara, bukan terbang sebab sayapmu telah kau berikan untuk menggenapi pemilikmu. Tak mengapa, mengambang sejajar kamu sudah mampu buatku mengarang banyak cerita. Menarik-narik kesimpulan agar terkesan bukan hanya aku yang menyimpan semua rasa dan kesan.
Aku sebegitu menggilaimu, dan sebegitu pula sadar bahwa semua akan tetap demikian, aku menikmati semua yang menggenapimu sedangkan kamu menikmati rangkulan perempuan di sebelahmu. Kita sama-sama penikmat.
Komentar
Posting Komentar