Sebuah Kisah Akan Selesai

Aku belajar banyak hal dari waktu dan kisah yang ditamatkan. Semisal menjadi kuat dikala lelah merayap membuat rapuh. Ada diantara yang juga disuguhkan waktu, yang kemudian ditamatkan dengan ragu adalah kamu, cinta dan gelisah. Kamu dihadirkan saat aku bingung menemukan aku. Lewati rimbaku, berpenghujung kamu. Kadang sebagai penyorak, kadang pembasuh peluh, kadang penguat lesu, kadang pemberi keluh "cukup sudah kau lebih lelah dari ini". Bagaimana aku tak jatuh cinta? Walau sebenarnya tak secepat itu aku mengakuinya. Kau selalu disana, disuguhkan nyata oleh waktu, meski kadang kau hanya lewat suara atau pesan yang diceritakan. Tapi kau ada.
Aku lupa, bagaimana akhirnya semua berubah menjadi gelisah. Mungkin saat-ketika waktu menghantarkan kita-sampai pada kenyataan pemisah. Bukan karena kita ingin, tapi karena terpaksa dibuat pingin. Kau membawanya sejak lahir, begitu pula aku.
Bermula dari kamu, yang kemudian menjadi cinta, berhenti saat gelisah menemukan pemisah. Kita terpaksa. Terpaksa untuk menamatkan kisah. Dan kini aku lupa, bagaimana untuk kembali merasa. Merasa bahwa waktu akan kembali lagi menghadirkan kamu yang lain, untuk kemudian diakui sebagai cinta. Aku sudah mematikannya. Semula karena terpaksa tapi kini telah biasa. Aku tak ingin lagi gelisah, setelah percaya bahwa aku telah baik-baik saja.

Komentar

Postingan Populer